🏠 Home 💻 Versi Desktop ✍️ Redaksi
 


DPC GRIB Jaya Pekanbaru Tinjau Langsung Kondisi Ayla, Anak Buruh Angkut yang Gagal Lolos SPMB 2026
Sabtu, 20/06/2026 | 21:02


 

hebatriau.com, PEKANBARU – Penutupan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Riau Tahun Ajaran 2026/2027 pada Jumat (19/6/2026) masih menyisakan kisah pilu bagi sejumlah keluarga kurang mampu. Di balik berakhirnya proses penerimaan siswa baru tersebut, masih ada anak-anak yang harus menerima kenyataan tidak berhasil memperoleh kursi di sekolah negeri meski memiliki semangat besar untuk melanjutkan pendidikan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan pendidikan masyarakat, LintasRiauNews.com bersama Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (DPC GRIB Jaya) Kota Pekanbaru turun langsung meninjau kondisi keluarga Ayla Azzuhra Balqis di RW 05 Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Pekanbaru Kota.

Ayla merupakan putri pasangan Abdul Manan dan Nurhalizah yang dinyatakan tidak diterima di SMK Negeri 3 Pekanbaru pada pelaksanaan SPMB 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi keluarga sekaligus memastikan fakta yang terjadi di lapangan.

Di rumah sederhana yang berada di kawasan padat penduduk itu, Ayla tinggal bersama kedua orang tuanya dan seorang saudara. Bangunan yang sebagian besar masih semi permanen menjadi gambaran kehidupan keluarga yang selama ini bertahan di tengah keterbatasan ekonomi.

Nurhalizah mengaku telah berupaya semaksimal mungkin agar putrinya dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri. Namun persaingan yang ketat membuat harapan tersebut belum terwujud.

"Sudah tiga kali mencoba, tetapi belum berhasil. Katanya karena nilai yang bersaing cukup tinggi," ujar Nurhalizah dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Abdul Manan sehari-hari bekerja sebagai buruh angkut di Pasar Sukaramai dengan penghasilan yang tidak menentu. Jika sedang ramai, ia bisa membawa pulang uang untuk kebutuhan keluarga. Namun tidak jarang ia pulang dengan penghasilan yang sangat minim.

Untuk membantu ekonomi keluarga, Nurhalizah juga bekerja membuat kerupuk jengkol dengan upah yang relatif kecil. Dalam kesehariannya, Ayla turut membantu sang ibu mengerjakan pesanan kerupuk demi meringankan beban keluarga.

Kondisi ekonomi keluarga tersebut terlihat jelas dari tempat tinggal mereka yang sederhana. Bahkan rumah yang mereka tempati hanya memiliki satu kamar yang digunakan bersama seluruh anggota keluarga.

Ironisnya, di tengah keterbatasan ekonomi yang nyata tersebut, keluarga Ayla belum memiliki dokumen administrasi yang menjadi syarat untuk memperoleh berbagai program afirmasi bagi masyarakat kurang mampu. Akibatnya, kondisi ekonomi yang mereka alami belum sepenuhnya tercermin dalam data administrasi yang menjadi dasar berbagai kebijakan bantuan.

Kisah Ayla menjadi potret bahwa masih terdapat keluarga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi namun belum seluruhnya terjangkau oleh sistem pendataan sosial. Padahal secara faktual, kondisi yang mereka hadapi sehari-hari menunjukkan perlunya perhatian dan pendampingan dari pemerintah.

Saat meninjau lokasi, perwakilan DPC GRIB Jaya Kota Pekanbaru menilai bahwa persoalan pendidikan tidak semata-mata dilihat dari kelengkapan administrasi, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi riil masyarakat di lapangan.

Menurut mereka, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan, terutama bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta pemerintah daerah setempat dapat melakukan pendataan yang lebih menyeluruh terhadap warga yang benar-benar membutuhkan bantuan pendidikan. Dengan demikian, anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena terkendala administrasi.

Harapan tersebut sejalan dengan semangat Peraturan Gubernur Riau Nomor 26 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Wajib Belajar pada Satuan Pendidikan Menengah, yang bertujuan memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh akses pendidikan yang layak.

Kisah Ayla bukan sekadar tentang seorang siswa yang belum berhasil diterima di sekolah negeri. Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka penerimaan peserta didik, terdapat keluarga yang berjuang keras demi masa depan anak-anaknya.

SPMB 2026 memang telah berakhir. Namun bagi Ayla dan keluarganya, perjuangan untuk memperoleh pendidikan masih terus berlanjut. Mereka tidak meminta kemewahan, hanya berharap agar kesempatan untuk melanjutkan sekolah tetap terbuka, sehingga cita-cita seorang anak buruh angkut Pasar Sukaramai tidak berhenti di tengah jalan karena keterbatasan ekonomi.*bnb.





 
 
 
  Berita Lainnya :
  • Terlapor Dugaan Penganiayaan di Asahan Disebut Eks Polisi, Penanganan Kasus Jadi Perhatian
  • Pekanbaru Perkuat Posisi di Peta Pariwisata Nasional, Raih Penghargaan ITMW Destination Awards 2026
  • MBG Saat PJJ di Pekanbaru Jadi Sorotan, S. Hondro Pertanyakan Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Distribusi
  • KEMENTERIAN PU: MEMBANGUN INFRASTRUKTUR, MENEGAKKAN INTEGRITAS
  • Pedagang Sembako di Pekanbaru Diduga Diancam Senjata Api oleh 2 Pria Tak Dikenal
  • Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Transformasi Polri Harus Berorientasi pada Keadilan, Pelayanan, dan Kepercayaan Publik
  • GRIB Jaya Pekanbaru Apresiasi Kombes Pol M. Hasyim Risahondua, Soal Pengusutan Dugaan Pencurian dan Penyimpangan Dokumen Tanah di Siak
  • Publik Desak Polda Riau Segera Usut dan Tangkap IB, Eks Polisi yang Diduga Terlibat Peredaran Sabu di Pekanbaru
  • Laporan Dugaan Pengeroyokan dan Pengrusakan Rumah Naik ke Penyidikan, Ketum PKMNR Desak Polsek Kulim Segera Bertindak
  • APINDO, PBB, dan Bappenas Luncurkan GISD Country Platform untuk Perkuat Investasi Berkelanjutan
  • Kabut Asap Kembali Pekat, Penerbangan Terganggu: Jangan Biarkan Riau Jadi Langganan
  • Perlebar 3 Ruas Jalan Pekanbaru, Wako Agung Apresiasi dan Ucapkan Terimakasih Kepada Plt Gubri SF Hariyanto
  • Puluhan Tahun Tinggal, Kini Terancam Kehilangan Rumah: Warga Meranti Pandak Minta Presiden Prabowo Turun Tangan
  • HW Live House Kembali Disorot, Wawako Pekanbaru Setuju Ditertibkan; Izin hingga Dugaan Kekurangan Pajak THM Jadi Sorotan
  • Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat Tegas: Polisi Jangan Sakiti Hati Rakyat, Bangun Empati dan Kepercayaan Publik
 
Komentar Anda :
 
HOME | VERSI DESKTOP | REDAKSI

Copyright © 2015-2025 hebatriau.com | Tegas Berwibawa & Santun
All Rights Reserved