🏠 Home 💻 Versi Desktop ✍️ Redaksi
 


Hotspot di Sumatera Melonjak, Riau Catat 62 Titik Panas
Selasa, 27/01/2026 | 10:25


 

HebatRiau.com - PEKANBARU | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat lonjakan signifikan titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera.

Hingga Selasa (27/1/2026), total hotspot terdeteksi mencapai 368 titik, dan untuk Provinsi Riau mengalami peningkatan tajam menjadi 62 titik yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy mengungkapkan, sebaran hotspot di Sumatera menunjukkan potensi awal meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah dengan tutupan lahan gambut.

“Berdasarkan pemantauan satelit hari ini, total hotspot di Sumatera mencapai 368 titik. Di Provinsi Riau sendiri terdeteksi 62 titik panas yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota,” ujarnya.

BMKG merincikan, jumlah hotspot yang terpantau di sembilan provinsi di Sumatera meliputi Aceh 167 titik, Riau 62 titik, Sumatera Utara 48 titik, Sumatera Barat 37 titik dan Jambi 23 titik.

Kemudian, di Provinsi Lampung 18 titik, Bengkulu 8 titik, Sumatera Selatan 1 titik, Kepulauan Riau 2 titik dan Kepulauan Bangka Belitung 2 titik.

Aceh menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, disusul Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Khusus di Riau, hotspot terpantau paling banyak berada di wilayah yang selama ini dikenal rawan karhutla.

Rincian sebaran titik panas di Riau meliputi Kabupaten Indragiri Hilir 23 titik, Kabupaten Bengkalis 12 titik dan Kabupaten Pelalawan 10 titik.

Selain itu, titik panas juga terdeteksi di Kota Dumai 7 titik, Kabupaten Rokan Hilir 4 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 3 titik, Kabupaten Siak 2 titik dan Kabupaten Kepulauan Meranti 1 titik.

BMKG menilai peningkatan hotspot di awal tahun ini perlu menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, mengingat sebagian wilayah Riau masih memasuki periode cuaca relatif kering.

“Hotspot ini perlu diwaspadai sebagai indikasi awal. Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan dan tidak melakukan pembakaran lahan,” pungkasnya.***(SHI GROUP)

 





 
 
 
  Berita Lainnya :
  • POLDA KEPRI INTENSIFKAN PENDEKATAN HUMANIS DAN DIALOG PUBLIK DI TENGAH ISU AIR BERSIH BATAM
  • Organisasi Masyarakat Nias Riau 'PKMNR' Dukung Independensi Polri dan Tolak Politisasi Institusi
  • Unjuk Rasa Aliansi Masyarakat Nias Selatan Berujung Pembakaran Camp Karyawan PT GRUTI
  • PT SJK Tegaskan Sistem Kerja Berbeda: Karyawan Tetap Digaji, Sopir Truk Berstatus Mitra Berbasis Tonase
  • Hotspot di Sumatera Melonjak, Riau Catat 62 Titik Panas
  • Restu Mendagri dan BKN Lengkap, Riau Tinggal Lantik Pejabat Definitif
  • APBD Riau di Bawah Tekanan, Belanja ASN Jadi Sorotan
  • Aipda BS Klarifikasi Isu Dugaan Penipuan, Imbau Media Lakukan Konfirmasi
  • Sidang Mediasi S. Hondro: Penggugat Dinilai Berbelit-belit, Kuasa Hukum Angkat Bicara
  • Ditsamapta Polda Kepri Respon Cepat Tangani Kebakaran Angkringan di Mega Legenda
  • Menkomdigi: Ekosistem Digital Aman Perkuat Kiprah UMKM Perempuan
  • Awali 2026, Menkeu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas
  • Agung Luncurkan Aplikasi Sip Aman Permudah Urus Izin Bangunan
  • Pastikan Internet Pendidikan Merata, Kemkomdigi Perluas Akses Belajar Digital hingga Daerah Terpencil
  • Realisasi Sementara APBN 2025, Menkeu Purbaya: APBN Tunjukkan Kinerja yang Solid
 
Komentar Anda :
 
HOME | VERSI DESKTOP | REDAKSI

Copyright © 2015-2025 hebatriau.com | Tegas Berwibawa & Santun
All Rights Reserved